Kunjungan Kerja dan Silaturahmi DPD RI Prov. Babel (Ust. H. Zuhri M. Syazali, LC., MA)Rabu, 22/10/2025 di Ruang Kerja Wakil Bupati yang diterima langsung Wakil Bupati Khairil Anwar serta beberapa Kepala Perangkat daerah yang hadir mendampingi diantaranya Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi,Usaha Kecil dan Menengah , Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, di dalam acara tersebut di sampaikan Paparan oleh Kepala Dinas Sosial terkait sejauh mana progres Sekolah Rakyat (SR) pembangunan baru. Dan disampaikan semua kelengkapan data sampai dengan terbitnya sertifikat Dan penyampaian untuk dorongan melalui DPD RI Sekolah Rakyat (SR) rintisan 1d supaya dapat terwujud untuk tahun ajaran 2026-2027. Belitung Timur siap bila SR rintisan 1d diterbitkan, bangunan dan siswa 4 rombel yg menjadi syarat sudah dipersiapkan
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Belitung Timur
Rabu, 22 Oktober 2025 bertempat di Ruang Pertemuan Dinas Sosial melakukan Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) yang mengagendakan terhadap Evaluasi Penilaian Kabupaten Layak Anak Tahun 2024, melalui Program Pemenuhan Hak Anak (PHA)
Sub Kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi (Kabupaten Belitung Timur KLA tingkat Madya dengan nilai voting akhir 647,75 dari nilai maksimum 1.000) mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Kabupaten Layak Anak
Revisi Gugus Tugas KLA terkait perubahan nomenklatur Dinas.
Dalam Agenda Evaluasi ini turun hadir peserta dari Lintas OPD dan Lembaga yang tergabung dalam Gugus Tugas KLA.
Dinas sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kab Belitung Timur melakukan pemulangan atau reunitifikasi keluarga yang terlantar di desa sukamandi kec damar .
Setelah dilakukan assessment dari pekerja sosial hasilnya keluarga tersebut berasal dari desa Padalarang kec Padalarang kab bandung barat prov jawa barat.
Dinas sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kab Belitung Timur Lngsung berkoordinasi dengan dinas sosial bandung barat untuk melakukan pemulangan atau reunitifikasi agar bisa kembali lagi ke keluarga yang berada di kab bandung barat .
Proses serah terima langsung oleh pekerja sosial dari dinas sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kab Belitung Timur kepada keluarga di saksikan oleh perwakilan dinas sosial kab bandung barat dan kepala desa Padalarang
Rakor BPJS bersama Pemda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan pemda Kabupaten/Kota dalam rangka menjaga cakupan dan keaktifan BPJS dengan UHC. Rangkaian kegiatan mendengarkan laporan kepala perwakilan BPJS Kep. Bangka Belitung dan dibuka langsung oleh bapak Sekda provinsi Kepala Bangka Belitung. Adapun jumlah peserta yang hadir terdiri dari sekda kabupaten/kota atau yang mewakili, Dinas teknis provinsi dan kepala dinas teknis terkait kab/ kota SeBaBel. Beberapa narasumber baik dari BPJS dan dari dinkes provinsi dilanjutkan dengan arah kebijakan daerah terkait kepesertaan dan penguatan cakupan agar masyarakat Bangka Belitung dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal. Dilanjutkan dengan pks terkait cakupan keaktifan yang diwakili oleh asisten untuk kabupaten tengah terkait komitmen BUMDes dalam bentuk Costsharing
Rapat kerja besame Belgia kawal jaminan kesehatan semesta di kabupaten Belitung Timur; yang dibuka langsung oleh Bupati Belitung Timur yang dihadiri oleh wabup, kepala OPD Teknis dan CSR yang hadir. Program ini dilakukan dalam rangka untuk mendesain sistem jaminan kesehatan daerah di kabupaten Belitung Timur.
MANGGAR, 22 Juli 2025 – Rapat koordinasi Forum Komunikasi Pencegahan Perkawinan Usia Anak Kabupaten Belitung Timur sukses digelar pada hari ini, Selasa (22/7/2025). Bertempat di Auditorium "Zahari MZ" Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, acara ini bertujuan untuk memperkuat sinergi berbagai pihak dalam menekan angka perkawinan anak di daerah tersebut.
Acara dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas Asisten III Bidang Administrasi Umum, yang mewakili Bupati Belitung Timur. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk melindungi anak-anak dari praktik perkawinan usia dini yang dapat menghambat tumbuh kembang mereka.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh beragam perwakilan, menunjukkan komitmen kuat dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan. Turut hadir perwakilan Perangkat Daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama Belitung Timur, seluruh Camat se-Kabupaten Belitung Timur, Kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Belitung Timur, Kepala Desa se-Kabupaten Belitung Timur, Tim Penggerak PKK, Ketua MUI Belitung Timur, Ketua FKUB Belitung Timur, Ketua Nahdlatul Ulama Belitung Timur, Ketua Muhammadiyah Belitung Timur, Lembaga Adat Belitung Timur, Karang Taruna Kabupaten Belitung Timur, KNPI Belitung Timur, Ketua PIK-R Belitung Timur, Ketua Genre Belitung Timur, Gen Star Belitung Timur, serta Forum Anak Kabupaten Belitung Timur, dan berbagai pihak terkait lainnya.
Sesi diskusi dimulai dengan pemaparan dari perwakilan Kantor Kementerian Agama Belitung Timur, dilanjutkan oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Belitung Timur. Setelah pemaparan materi, forum dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, di mana seluruh peserta yang hadir secara aktif memberikan masukan, saran, dan berbagi pengalaman terkait upaya pencegahan perkawinan usia anak di wilayah masing-masing. Diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk langkah-langkah selanjutnya.
Senin, 14 Juli 2025 mendamping Bupati pada Kegiatan pembinaan pasca lomba desa dan pemberian penghargaan serta bantuan pelayanan masyarakat oleh bupati Belitung Timur di desa Limbongan
Manggar, – Membuat desa jadi tempat yang aman, setara, dan peduli terhadap perempuan serta anak-anak bukanlah perkara sepele. Tapi Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) memilih untuk memulainya dengan langkah konkret yaitu mendorong seluruh desa memenuhi 10 indikator utama keberhasilan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).
Langkah ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Implementasi DRPPA yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar, Senin (30/6/25). Menurutnya, DRPPA bukan sekadar program, tapi bagian dari visi besar “Beltim Nyaman dan Berkemajuan”.
“DRPPA adalah komitmen untuk menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak, menghapus segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, memberdayakan perempuan desa agar menjadi pelaku utama pembangunan, serta memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan penuh cinta kasih,” ujar Khairil.
Ia menyebutkan 10 indikator DRPPA sebagai tolok ukur penting. Mulai dari pengorganisasian perempuan dan anak, ketersediaan data pilah, Peraturan Desa (Perdes) pendukung, hingga tidak adanya kekerasan, pekerja anak, dan perkawinan usia dini.
“Juga persentase perempuan wirausaha di desa, utamanya perempuan kepala keluarga, penyintas bencana, dan penyintas kekerasan, dan semua anak mendapatkan pengasuhan yang baik yang berbasis hak anak,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosPPPA) Kabupaten Beltim, Muhamad Yulhaidir mengatakan penguatan desa sebagai pelaksana DRPPA merupakan langkah strategis untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak dan Kabupaten Sehat.
“Kita sudah mulai dengan membenahi regulasi. Pengerucutan dari komponen (indikator) itu, salah satunya adalah penguatan untuk Desa Ramah Anak, kita harapkan nanti di seluruh desa, ini betul-betul bisa jalan desa Ramah Anak yang sesuai yang kita inginkan,” jelas Yulhaidir.
Ia juga menekankan bahwa tantangan di lapangan seperti minimnya data atau regulasi yang belum merata, bukan menjadi alasan untuk berhenti, melainkan peluang untuk membangun sistem yang lebih kuat dan inklusif.
“Kalau desa tidak siap, perlindungan sulit dijalankan. Tapi hari ini semangat kolaborasi sudah terlihat. Tinggal kita perkuat bersama-sama,” pungkasnya. (Ln)